Rabu, 30 November 2011

BAB 1 PENDAHULUAN


A.      Pengertian Statistik
Pada Konsep yang lebih modern, statistik diartikan sebagai suatu metode dan prosedur yang digunakan untuk melakukan pengumpulan, pengolahan, penafsiran dan penarikan kesimpulan pada data hasil-hasil penelitian.

B.       Peranan Statistik dalam Penelitian
-          Memberikan teknik-teknik yang tepat dalam pengumpulan, pengklasifikasian dan penyajian data, sehingga hasil-hasil penelitian lebih mudah dimengerti.
-          Memberikan suatu ukuran yang dapat mensifati populasi, menyatakan variasi dan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kecenderungan-kecenderungan suatu variabel.
-          Digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan hubungan serta tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih.
-          Meningkatkan kecermatan peneliti dalam menguji hipotesis.

C.       Statistik Deskriptif dan Induktif
Berdasarkan cara yang dilakukan, statistik dapat dibagi menjadi dua bagian :
1.       Statitik Deskriptif
Adalah bagian dari statistik yang membahas mengenai penyusunan data kedalam daftar, grafik, atau bentuk yang lain yang yang sama sekali tidak menyangkut penarikan kesimpulan.
2.       Statistik Induktif
Dipakai sebagai metode yang dimaksudkan untuk menarik keesimpulan dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah sebelumnya.
Di sebut juga dengan statistik inferensial. Kurang lebih sama, yaitu statistik yang digunakan untuk menarik sebuah kesimpulan tentang keadaan populasi atau parameter berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian.


Ada dua jenis statistik inferensial, yaitu statistik parametrik dan statistik non parametrik.
·         Statistik Parametrik
Adalah suatu prosedur pengambilan kesimpulan statistik yang didasarkan pada asumsi ciri- ciri populasi (perameter).
·         Statistik Non-Parametrik
Adalah suatu prosedur pengambilan kesimpulan yang tidak didasarkan pada asumsi- asumsi parameter.

D.      Dasar- dasar Analisis Data
1.       Data dan Variabel Penelitian
Data dapat diartikan sebagai keterangan mengenai sesuatu.
·         Data Kuantitatif
Keterangan yang berupa angka.
·         Data Kualitatif
Keterangan yang bukan bilangan atau bukan dalam bentuk angka.
Variabel diartikan sebagai suatu konsep yang mempunyai variasi dan keragaman. Variabel adalah segala sesuatu yang bervariasi.
o    Variabel Bebas (disebut juga variabel pengaruh, variabel perlakuan, variabel kuasa, variabel treatment, independent variabel atau biasa disingkat variabek X)
Adalah suatu variabel yang apabila dalam suatu waktu berada bersamaan dengan variabel lain, maka variabel lain itu (diduga) akan berubah dalam keragamannya.
o    Variabel Terikat (disebut juga sebagai variabel tergantung, variabel efek, variabel tak bebas, variabel terpengaruh atau dependent variabel atau biasanya diberi lambang sebagai variabel Y)
Adalah variabel yang berubah karena pengaruh variabel bebas.
o    Variabel kontrol (disebut juga variabel kendali, variabel konkomitan dan kovariabel)
Berfungsi untuk memurnikan hasil hubungan atau pengaruh antara variabel bebas tehadap variabel terikat dan variabel- variabel lain. Juga menyingkirkan pengaruh- pengaruh variabel, selain variabel bebas yang diduga mengotori hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.
Apabila ditinjau dari tingkat pengukurannya (level of measurement) variabel atau data terdiri dari 4 macam, yaitu :
1.       Data Nominal
Disebut juga data diskrit adalah suatu data yang hanya dapat digolong- golongkan secara terpisah, secara diskrit, secara kategorik dan lebih merupakan sebuah lambang dari suatu kategori.
Ex. Data nominal merupakan data yang bervariasi menurut jenisnya; misal jenis kelamin laki- laki dan wanita, pekerjaan dapat digolongkan secara terpisah menjadi pegawai negeri, pedagang, dokter, petani, buruh dan sebagainya. Suku, golongan darah, jenis penyakit, bentuk dan kostitusitubu termasuk kedalam data nominal.
Data nominal sering juga disebut dengan data enumerasi. Karena apa yang dapat dilakukan terhadap data nominal hanya semata-mata menghitung banyaknya subjek atau pendukung tiap-tiap kategori data tersebut.
Penelitian terhadap data nominal mempunyai kegunaan yang terbatas dan menjadi ciri pokok dari penelitian penelitian eksploratif dan study-study pendahuluan yang maksudnya hanya semata-mata mencari hubungan tanpa lebih jauh melihat taraf besar kecilnya suatu ciri yang terdapat pada gejala tersebut. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk penelitian data nominal, antara lain; korelasi kotigensi, phi atau chi-square.

2.       Data Ordinal
Ordinal adalah angka yang menunjukan posisi dalam urutan-urutan dalam suatu seri. Disebut juga data berjenjang. Angka tidak digunakan sebagai lambang, namun sebagai gradasi atau perbedaan tingkat.
Ex. Juara 1, 2, 3 atau rangking 1, 2, 3.
Pada pokoknya variabel mempunyai nilai tertinggi diberi tingkatan tertinggi  dan nilai paling rendah diberi tingkatan terendah.
Pada data ordinal adalah hanya membandingkan nilai-nilai tersebut lebih tinggi, sama atau lebih rendah dibanding nilai-nilai yang lainnya, dengan tidak memperhatikan jarak antara nilai-nilai variabel yang diukur. Metode yang dapat digunakan untuk analisis data ordinal antara lain; median, persentil dan teknik korelasi tata jenjang dari Spearman.

3.       Data Interval
Pada data interval kita menghadapi angka skala yang batas variasi nilai satu dengan yang lainnya sudah jelas, sehingga jarak atau intervalnya dapat dibandingkan.
Ex. Indeks prestasi, produktifitas kerja, skor kecemasan, skor stres, besarnya minat, tingkat kecerdasan dan sebagainya.
Hampir semua teknik statistik dapat digunakan untuk menganalisis data yang berjenis interval, misalnya; mean, standar deviasi, analisis varian, t-test dan juga korelasi productmoment.

4.       Data Rasio
Merupakan pengukuran yang paling tinggi dan pling ideal. Memiliki batasan interval yang jelas, juga variasi nilainya mempunyai batas yang tegas dan memiliki titik nol yang mutlak.
Ex. Ukuran panjang, tinggi, berat, luas, usia, kadar zat, jumlah sel, ukuran-ukuran antropometrik dan sebagainya.
2.       Hipotesis
Hipo yang berarti lemah dan tesis yang artinya pernyataan. Sehingga hipotesis dapat diartikan sebagai suatu dugaan sementara yang diajukan seorang peneliti yang berupa pernyataan-pernyataan untuk diuji kebenarannya.
·         Hipotesis Nihil (disebut juga hipotesis nol, hipotesis statistik, disingkat Hₒ)
Adalah sebuah pernyataan  yang menyatakan tidak adanya hubungan, perbedaan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Disebut hipotesos statistik karena yang diuji kebenarannya melalui statistik di dalam penelitian adalah hipotesis nihil.
·         Hipotesis Kerja (disebut juga hipotesis alternatif  atau hipotesis satu disingkat H₁)
Adalah sebuah pernyataan yang menyatakan adanya perbedaan, pengaruh atau hubungan antara dua variabel atau lebih.
Di dalam penelitian hanya ada satu hipotesis yang benar, yaitu hipotesis yang terbukti atau yang diterima saja. Pembuktian penerimaan hipotesis ini ditunjukan oleh tingkat atau taraf kemaknaan (taraf signifikansi) hasil uji statistik yang diperoleh dalam penelitian.
Ø  Apabila hipotesis kerja diterima, maka hipotesis nihil ditolak.
Ø  Apabila hhipotesis kerja ditolak maka hipotesis nihil diterima.
Ø  Dapat secara bersama-sama diterima apabila hasil dari kedua signifikansinya bermakna, dan sebaliknya dapat juga secara bersama-sama ditolak jika kedua taraf signifikansi tersebut hasil statistiknya tidak bermakna.

3.       Populasi dan Sampel
Populasi adalah seluruh individu yang dimaksudkan untuk diteliti dan yang nantinya akan dikenai generalisasi. Generalisasi adalah suatu cara pengambilan kesimpulan terhadap kelompok individu yang lebih luas jumlahnya berdasarkan data yang diperoleh dari sekelompok individu yang sedikit jumlahnya. Sebagian individu yang dijadikan wakil dalam penelitian disebut sampel.
Sampel yang baik (biasa disebut sampel  yang mewakili atau refresentatif) adalah sampel yang anggota-anggotanya mencerminkan sifat dan ciri-ciri yang terdapat pada populasi.
Apabila sampel tidak refresentatif, maka secara ilmiah tidak ada hak bagi peneliti untuk menarik kesimpulan, kecuali kesimpulan yang berlaku untuk sampel itu sendiri.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel adalah mengetahui terlebih dahulu karakteristik, ciri dan sifat populasi. Karena ada kalanya sampel harus diambil dari jumlah yang sangat besar bila menghadapi populasi yang memiliki  sifat heterogen, dan mungkin akan mengambil sampel dengan jumlah sampel yang sedikit bila sifat populasinya sangat homogen.

Beberapa teknik dalam statistik untuk mendapatkan sampel yang refresentatif, yaitu : teknik smpel proporsionall, stratifikasi, purposif, quota, insidental, area, kluster, ganda, random, non random dan sampel kombinasi.
a)       Teknik Sampel Proporsional
Diambil apabila terdiri dari kategori-kategori, kelompok, atau golongan yang setara atau sejajar yang diduga secara kuat berpengaruh pada hasil-hasil penelitian. Prosedur yang dilakukan dengan jalan mengambil individu yang terdapat dalam masing- masing kategori populasi sesuai dengan proporsi atau perimbangannya untuk dijadikan sampel penelitian.
b)       Teknik Sampel Stratifikasi
Digunakan apabila populasi terdiri dari kategori-kategori yang mempunyai susunan bertingkat dan diduga bahwa tingkatan-tingkatan tersebut berpengaruh pada variabel yang diteliti. Prosedur yang dilakukan sama seperti pengambilan sampel pada teknik Proporsional.
c)        Teknik Sampel Purposif
Dikenakan pada sampel yang karakteristiknya sudah ditentukan dan diketahui lebih dulu berdasarkan ciri dan sifat populasinya.
d)       Teknik Sampel Quota
Dilakukan dengan jalan menetapkan terlebih dahulu quota atau jumlah individu yang akan diteliti, tnpa memperhatikan siapapun yang akan diteliti asalkan individu yang akan diteliti itu sesuai dengan kriteria atau persyaratan yang ditetapkan sebelumnya.
Banyak kritik untuk teknik ini, karena ini tidak memenuhi persyaratan tuntutan representatifitas sampel.
e)       Teknik Sampel Insidental
Disebut juga teknik kebetulan. Anggota sampel adalah apa atau siapa saja yang kebetulan dijumpai peneliti saat melakukan penelitian, asalkan ada hubungan dengan tema penelitiannya.
Para ahli menyarankan untuk tidak menggunakan teknik ini dalam penelitian-penelitian ilmiah, karena teknik ini menghasilkan jenis sampel yang paling meragukan representatifitasnya.
f)        Teknik Sampel Area
Disebut juga dengan teknik wilayah atau daerah. Dilakukan dengan jalan membagidaerah-daerah besar menjadi beberapa daerah kecil dan mungkin daerah-daerah kecil itu akan dibagi menjadi daerah-daerah yang lebih kecil lagi.
g)       Teknik Sampel Kluster
Disebut juga teknik kelompok atau rumpun, dilakukan dengan jalan memilih sampel yang didasarkan pada klusternya bukan pada individunya. Oleh karena itu kesimpulan pada teknik kluster tidak digeneralisasikan pada individu-individu melainkan pada kluster atau kelompoknya.
h)       Teknik Sampel Ganda
Disebut juga dengan teknik sampel kembar, yaitu suatu teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan menetapkan dua kelompok sampel yang sama karakteristiknya, dalam mana kelompok sampel yang kedua dijadikan pelengkap atau pengontrol bagi sampel kelompok pertama.
Sering digunakan untuk keperluan penghitungan validitas suatu alat tes, yaitu dengan menggunakan data yang diperoleh dari sampel kelompok kedua sebagai kriterium bagi data yang diperoleh dari sampel kelompok pertama.
i)         Teknik Sampel Random
Dilakukan dengan jalan memberikan kemungkinan yang sama bagi individu yang menjadi anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel penelitian. Teknik ini menerapkan azas tanpa pilih-pilih. Ada 3 cara; undian, ordinal dan tabel bilangan random.
j)         Teknik Sampel Non-Random
Merupakan kebalikan dari teknik random, dimana individu yang menjadi anggota populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan anggota sampel penelitian.
k)       Teknik Sampel kombinasi
Di dalam penelitian digunakan lebih dari satu macam teknik sampel. Misalkan, jika teknik stratifikasi digabung dengan random maka nama sampelnya adalah random stratifikasi.

4.       Interpretasi Uji Statistik
Salah satu tugas statistik dalam penelitian adalah sebagai alat untuk menarik kesimpulan tentang keadaan populasi (parameter) berdasarkan data yang diperoleh dari sampel.
·         Penarikan kesimpulan
Dilakukan dengan jalan melakukan interpretasi (penafsiran) pada hasil uji statistik
·         Interpretasi hasil uji statistik
1.       Dilakukan dengan jalan membandingkan nilai statistik yang diperoleh (nilai empirik) dengan nilai statistik yang tertera di dalam tabel signifikansi (nilai teoritik).
* Nilai Empirik mampu = atau > Nilai Teoritik, maka dikatakan signifikan (bermakna atau berarti)
Artinya bahwa hasil uji statistik itu bermakna bukan hanya pada sampelnya saja tetapi juga bisa (untuk generalisasi) pada populasinya.
        * Nilai Empirik tidak mampu = atau < Nilai Teoritik, maka dikatakan tidak signifikan (tidak bermakna atau tidak berarti)
Hasil yang tidak signifikan tidak dapat digunakan sebagai dasar generalisasi pada populasi.
2.       Melihat taraf kemaknaan yang ditunjukan olehindeks kesalahan yang mungkin terjadiyang disebut dengan probabilitas error (error probability). Probabilitas bisa disingkat dengan p.e atau p saja. Taraf kemaknaan secara konvesional berkisar antara 0,05 sampai 0,01.
Ex. Apabila dari hasil uji statistik didapat harga p = > 0,05, maka berarti tidak signifikan. Harga p = 0,05 berarti signifikan dan p < 0,01 berrarti sangat signifikan.
Harga p ini akan muncul secara otomatis bila penghitungan statistik menggunakan fasilitas komputer.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar